• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Jurnal
  • Asrama Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Internet
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sekilas Prodi
    • Visi Misi
    • Akreditasi
    • Fasilitas
    • Dosen
    • Struktur Kepengurusan Prodi
    • Kerjasama
      • Cisco Networking Academy
      • Mikrotik Academy
      • HAINA
  • Akademik
    • Layanan Akademik
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Kurikulum
    • Praktik Industri
    • Magang Berdampak
      • Template Proposal Magang
      • Panduan
      • Pengajuan SR
      • Form Rekomendasi Magang
      • Template Penilaian
      • Pendaftaran
    • Administrasi
      • Surat Keterangan Prodi
      • KRS
      • Tata Tertib Ujian
      • Praktikum
      • KKN
      • Sidang Proyek Akhir
      • SOP
    • Proyek Akhir
      • Alur Proses Kegiatan
      • Dosen Pembimbing
      • Pedoman Penulisan
      • Pendaftaran VPS
    • Yudisium
    • Survei
    • Riset
      • Riset Dosen
      • Riset Mahasiswa
    • Laboratorium
      • Lab TAJ
    • Alumni
  • Kemahasiswaan
    • Kegiatan Mahasiswa
      • NETCOMP 2.0
      • Forkom TRI
      • NetClub
    • Prestasi Mahasiswa
    • Beasiswa
    • Student Exchange
    • Seminar & Lomba
  • Pendaftaran
  • Beranda
  • Berita
  • [Riset Dosen] Dosen Teknologi Rekayasa Internet UGM Teliti Keamanan Serangan USB Rubber Ducky untuk Tingkatkan Ketahanan Siber

[Riset Dosen] Dosen Teknologi Rekayasa Internet UGM Teliti Keamanan Serangan USB Rubber Ducky untuk Tingkatkan Ketahanan Siber

  • Berita, Pengumuman, Riset, Riset Dosen
  • 29 October 2025, 11.02
  • Oleh: akhliqazahiraarfaniputri
  • 0

Keamanan siber kini menjadi isu krusial di era digital, terutama bagi sistem dan aplikasi web milik instansi pemerintah yang menyimpan data sensitif masyarakat. Tantangan ini mendorong para peneliti untuk terus mengembangkan inovasi di bidang cybersecurity agar mampu menghadapi ancaman yang semakin canggih.

Salah satu penelitian menarik datang dari Anni Karimatul Fauziyyah, S.Kom., M.Eng., dosen Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Internet, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia memimpin riset yang berfokus pada ancaman serangan USB Rubber Ducky — perangkat kecil yang dapat digunakan untuk mengambil alih sistem komputer melalui metode keystroke injection.

Mengenal Serangan Rubber Ducky
Rubber Ducky merupakan perangkat berbentuk seperti flashdisk yang mampu meniru fungsi keyboard dan menjalankan perintah otomatis di komputer korban. Begitu terhubung, perangkat ini dapat mengakses Command Prompt, menonaktifkan antivirus, hingga mengirim data penting ke pihak luar — semuanya dalam hitungan detik.

“Masalahnya bukan hanya pada perangkatnya, tapi pada cara sistem operasi mempercayai perangkat USB secara default,” jelas Anni. “Banyak pengguna tidak menyadari bahwa USB yang tampak biasa bisa menjadi pintu masuk bagi serangan berbahaya.”

Fokus Penelitian dan Dampaknya
Penelitian yang dilakukan Anni dan timnya menekankan pentingnya peningkatan kesadaran pengguna (user awareness) serta penerapan kebijakan keamanan perangkat keras (hardware security policy) di lingkungan organisasi. Studi ini juga menyoroti perlunya pengembangan mekanisme deteksi yang lebih efektif terhadap perangkat Human Interface Device (HID), seperti Rubber Ducky, agar sistem operasi dapat membedakan antara perangkat sah dan perangkat berpotensi berbahaya.

Selain memberikan kontribusi ilmiah dalam bidang keamanan informasi, penelitian ini turut mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek industri, inovasi, dan infrastruktur (Goal 9). Dengan memperkuat sistem keamanan digital, riset ini membantu mendorong terciptanya infrastruktur teknologi yang aman dan berkelanjutan di Indonesia.

Langkah Mitigasi dan Edukasi
Sebagai bagian dari hasil penelitiannya, Anni merekomendasikan sejumlah langkah preventif sederhana yang dapat diterapkan, antara lain:

  • Menonaktifkan port USB yang tidak digunakan.
  • Menggunakan antivirus dan sistem deteksi ancaman terkini.
  • Mengedukasi pengguna agar tidak sembarangan mencolokkan USB tidak dikenal.
  • Memperkuat kebijakan keamanan jaringan dan akses perangkat.

Menurutnya, peningkatan keamanan siber tidak cukup hanya dengan perangkat lunak. “Faktor manusia dan kesadaran digital justru menjadi lini pertahanan pertama terhadap serangan,” tambahnya.

Menuju Ekosistem Digital yang Aman
Penelitian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem digital nasional, khususnya dalam menghadapi serangan siber berbasis perangkat keras yang kerap luput dari perhatian. Dengan sinergi antara riset akademik, kebijakan keamanan, dan kesadaran publik, Indonesia diharapkan mampu membangun infrastruktur digital yang tidak hanya inovatif, tetapi juga tangguh terhadap ancaman siber masa depan.

Tags: CyberSecurity riset dosen Rubber Ducky

Recent Posts

  • [Hibah Nasional] TRI SV UGM Menggelar Pelatihan Sertifikasi Internasional di Yogyakarta
  • Pengumuman Pendaftaran Ulang dan Rencana Kegiatan Akademik Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026
  • [Pengabdian Dosen] Mendidik Guru Terampil dan Kompeten
  • [Pengabdian Dosen] Pelatihan MTCRE untuk Guru-Guru SMK
  • [Pengabdian Dosen] Kegiatan Pemeliharaan, Perawatan, dan Penambahan Jaringan CCTV di Kawasan Wisata Bukit Cubung
Universitas Gadjah Mada

Jl. Yacaranda Sekip Unit III, Yogyakarta 55281 Indonesia
Telp. (0274) 6491302, 561111
Email : tri.sv@ugm.ac.id
Fax. (0274) 542908

© Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Internet

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY