PANGALENGAN, BANDUNG – Gelombang inovasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) kini tidak lagi berpusat di kota-kota besar. Akses terhadap teknologi mutakhir ini mulai merambah ke institusi pendidikan di daerah, terbukti dari antusiasme siswa SMPN 3 Pangalengan, Kabupaten Bandung, saat mengikuti pelatihan teknologi interaktif bersama sivitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 15 Juli 2026.


Diinisiasi oleh tim dosen Program Studi Sarjana Terapan (D4) Teknologi Rekayasa Internet (TRI) Sekolah Vokasi UGM, program ini berkolaborasi penuh dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM, termasuk di antaranya Isa Maliki dan Dwi Nur Shaleh Slameto Aji sebagai penggerak di lapangan.
Menargetkan siswa kelas VIII, sesi unggulan dalam kegiatan ini adalah Pengenalan dan Pengarahan Penggunaan Gemini AI. Para pelajar tidak sekadar diperkenalkan pada kecanggihan AI, tetapi lebih ditekankan pada eksplorasi penggunaannya secara etis dan efektif. AI didemonstrasikan sebagai media belajar interaktif yang mampu mengubah cara siswa menggali dan menyerap informasi menjadi jauh lebih menyenangkan.
“Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa KKN ini merupakan wujud nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Unan Yusmaniar Oktiawati, perwakilan Tim Dosen TRI SV UGM.

“Kami berharap ilmu praktis dari Prodi Teknologi Rekayasa Internet SV UGM tidak hanya berhenti di ruang kelas kampus, tetapi benar-benar berdampak langsung dalam membuka cakrawala digital adik-adik kita di Pangalengan,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah lain di kawasan Pangalengan untuk terus beradaptasi dengan lompatan teknologi informasi. Pengenalan AI sejak bangku SMP menjadi langkah awal yang solid dalam mencetak generasi penerus bangsa yang siap menghadapi ekosistem digital global sekaligus mendukung tercapainya SDG SDG 4 Pendidikan yang berkualitas.
