
Proses pengembangan alat monitoring wellness berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) oleh tim peneliti Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mencapai progres signifikan. Proyek ini sudah memasuki fase prototyping dengan capaian kemajuan hingga 75%, dan ditargetkan selesai 100% pada bulan Oktober mendatang.
Tim yang diketuai oleh Ardhi Wicaksono Santoso ini melibatkan para peneliti lintas bidang seperti Isnan Nur Rifai, Galih Setyawan, dan Budi Sumanto, guna memperkuat aspek teknis dan metodologis dari penelitian. Sistem yang dikembangkan bertujuan memantau parameter kesehatan penting—seperti tinggi dan berat badan, tekanan darah, saturasi oksigen, suhu tubuh, dan lingkar lengan—yang kemudian dianalisis menggunakan AI dan ditampilkan secara visual dalam dashboard berbasis web.
“Kami sudah menguji beberapa sensor utama dan validasinya cukup baik. Tantangan saat ini terletak pada integrasi sistem secara menyeluruh agar semua modul bekerja sinkron,” jelas Ardhi. Data yang dikumpulkan secara real-time akan diproses dan disimpan di server berbasis cloud, memastikan ketersediaan dan keamanan data pengguna.
Proyek ini mendukung pelaksanaan SDGs Goal 3: Good Health and Well-Being dengan menyediakan pendekatan inovatif berbasis teknologi untuk pemantauan kesehatan individu di lingkungan akademik. Harapannya, alat ini tak hanya digunakan di UGM, tetapi dapat direplikasi untuk digunakan di sekolah-sekolah dan kantor pemerintahan. Dengan selesainya prototipe nanti, tim juga berencana mengajukan paten serta mempublikasikan hasilnya di jurnal internasional bereputasi.