

Penelitian kolaboratif antara dosen Unan Yusmaniar Oktiawati dan mahasiswa Qur’ani Banon Pramesthi dari Prodi Teknologi Rekayasa Internet 2021 mengembangkan sistem Portable Automatic Weather Station (PAWS) berbasis Internet of Things (IoT) dengan penerapan dua protokol komunikasi utama, yaitu MQTT dan HTTP. Implementasi dual protokol ini bertujuan untuk menghadirkan sistem pemantauan cuaca yang efisien, adaptif, serta mudah diakses secara real-time.
Protokol MQTT berperan sebagai jalur komunikasi utama antara mikrokontroler NodeMCU ESP8266 dan platform Ubidots. MQTT dipilih karena memiliki efisiensi tinggi dalam penggunaan memori dan konsumsi daya yang rendah, sesuai dengan keterbatasan sumber daya pada perangkat PAWS. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu mengirimkan data cuaca setiap 5 menit secara konsisten tanpa kehilangan pesan meskipun throughput yang dihasilkan tergolong rendah. Hal ini membuktikan stabilitas MQTT dalam mengirimkan data pada jaringan internet dengan kualitas yang bervariasi.
Di sisi lain, protokol HTTP diterapkan melalui integrasi Bot Telegram sebagai user interface yang interaktif dan mudah diakses. Pengguna dapat memperoleh data cuaca terkini secara real-time serta mengatur koneksi Wi-Fi jarak jauh melalui perintah bot. Fitur ini meningkatkan fleksibilitas sistem dan kemudahan pengelolaan perangkat dari jarak jauh.
Hasil pengujian selama 14 hari menunjukkan bahwa sistem PAWS berfungsi secara optimal tanpa membebani mikrokontroler ESP8266. Bot Telegram terbukti responsif di berbagai jaringan seperti Wi-Fi kampus, hotspot umum, dan data seluler, sementara informasi yang ditampilkan sesuai dengan kondisi lingkungan aktual. Berdasarkan User Acceptance Test (UAT) terhadap 30 responden, tingkat kepuasan pengguna mencapai 87,8% menandakan sistem ini telah berfungsi dengan baik.
Kombinasi MQTT dan HTTP pada sistem PAWS menjadi bukti nyata penerapan teknologi IoT yang efisien, hemat daya, dan interaktif, serta berpotensi diterapkan pada sistem pemantauan cuaca portabel di masa depan. Selain itu, penelitian ini turut berkontribusi pada pencapaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi teknologi IoT yang adaptif dan efisien, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan mendukung sistem pemantauan cuaca yang berkelanjutan dan membantu peningkatan kesadaran terhadap kondisi lingkungan.
Lampiran

