• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Jurnal
  • Asrama Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Internet
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sekilas Prodi
    • Visi Misi
    • Akreditasi
    • Fasilitas
    • Dosen
    • Struktur Kepengurusan Prodi
    • Kerjasama
      • Cisco Networking Academy
      • Mikrotik Academy
      • HAINA
  • Akademik
    • Layanan Akademik
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Kurikulum
    • Praktik Industri
    • Magang Berdampak
      • Template Proposal Magang
      • Panduan
      • Pengajuan SR
      • Form Rekomendasi Magang
      • Template Penilaian
      • Pendaftaran
    • Administrasi
      • Surat Keterangan Prodi
      • KRS
      • Tata Tertib Ujian
      • Praktikum
      • KKN
      • Sidang Proyek Akhir
      • SOP
    • Proyek Akhir
      • Alur Proses Kegiatan
      • Dosen Pembimbing
      • Pedoman Penulisan
      • Pendaftaran VPS
    • Yudisium
    • Survei
    • Riset
      • Riset Dosen
      • Riset Mahasiswa
    • Laboratorium
      • Lab TAJ
    • Alumni
  • Kemahasiswaan
    • Kegiatan Mahasiswa
      • NETCOMP 2.0
      • Forkom TRI
      • NetClub
    • Prestasi Mahasiswa
    • Beasiswa
    • Student Exchange
    • Seminar & Lomba
  • Pendaftaran
  • Beranda
  • Berita
  • Disaat sulitnya mendapatkan gas melon, mahasiswa D-IV Teknologi Jaringan mengembangkan I-Clouder

Disaat sulitnya mendapatkan gas melon, mahasiswa D-IV Teknologi Jaringan mengembangkan I-Clouder

  • Berita
  • 4 July 2015, 11.39
  • Oleh: Admin
  • 0

Bapak Sarno penjual bubur ayam

I-Clouder adalah suatu inovasi dari mahasiswa Program Studi Teknologi Jaringan Sekolah Vokasi UGM dalam berkontribusi pada pemanfaatan sumber energi terbarukan yang diterapkan secara nyata. Pengembangan ini sangat relevan disaat sumber energi tak terbarukan seperti BBM maupun LPG cukup fluktuatif dari sisi harga maupun ketersediaannya. Hal ini cukup menyulitkan masyarakat pemilik usaha kecil menengah seperti penjual makanan menggunakan gerobak dorong, misalnya. Dengan adanya inovasi I-CLOUDER ini mereka dapat merasakan ketenangan dalam menjalankan usahanya karena tidak perlu khawatir akan kelangkaan bahan bakar gas.

Bagas

Tim pengembang I-Clouder ini diketuai oleh Bagas Prakasa, pada Jum’at (3/7) di UGM menjelaskan konsep dari I-Clouder, dimana “alat ini memanfaatkan penggunaan panas matahari sebagai sumber daya utama dan dikontrol dengan menggunakan mikrokontroller berbasis Arduino. Melalui solar cell, I-CLOUDER menggunakan Turbular Heater pada sisi pemanas sebagai pengganti kompor”

Bersama dengan anggota tim lainnya yaitu Arief Noor R, Indri Damayanti, Adiesta Ega, dan Khoerul Anam,Bagas menambahkan kondisi masyarakat yang kesulitan dalam menghadapi kelangkaan dan fluktuatif-nya harga gas melon memiliki dampak yang cukup terasa bagi pelakuk UKM makanan lokal tradisional. Hal ini mempengarui kenaikan biaya pada kebutuhan energi sehingga beresiko kerugian. Inilah yang melatarbelakangi pembuatan I-CLOUDER, “karena alat ini dapat pula mengatur suhu pada panci secara otomatis berdasarkan kebutuhan penjual,” kata Bagas.

Arief Noor Rahman menjelaskan lebih rinci tentang sistem kerja I-CLOUDER, dimulai dari perangkat solar cell sebagai penangkap panas matahari yang selanjutnya diteruskan ke akumulator untuk disimpan dan akan dikontrol oleh perangkat bernama Charging Controller. Daya yang telah disimpan pada akumulator ini nantinya akan dipergunakan untuk menghidupkan Box Controller.

Dijelaskan bila bagian box controller didalamnya berisi komponen elektronis dan Arduino. Sementara untuk menghidupkan Turbular Heater menggunakan Inverter guna mengubah arus DC menjadi AC.

“Sensor suhu LM35 akan mendeteksi suhu yang ada di sekitar panci dan akan ditampilkan pada LCD, selanjutnya akan memberikan informasi ke relay untuk memutus arus jika suhu yang dikehendaki sudah tercapai, dan akan membuka arus kembali jika suhu belum tercapai”, ungkap Arif Noor.

Khoerul Anam menambahkan penggunaan sumber energi matahari menjadikan I-CLOUDER sebagai alat yang ramah lingkungan. Alat inipun dinilai mandiri, tidak terpengaruh dengan kebijakan pemerintah mengenai energi.

tim

“Yang pasti lebih efisien karena suhu yang didalam panci nantinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan penjual. Sebagai Program Kreativitas Mahasiswa, diharapkan alat ini nantinya dapat diterapkan secara real dan dikembangkan bukan hanya bagi pedagang makanan lokal tradisional,” papar Khoerul Anam. (dikutip dari laman ugm.ac.id)

Recent Posts

  • [Hibah Nasional] TRI SV UGM Menggelar Pelatihan Sertifikasi Internasional di Yogyakarta
  • Pengumuman Pendaftaran Ulang dan Rencana Kegiatan Akademik Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026
  • [Pengabdian Dosen] Mendidik Guru Terampil dan Kompeten
  • [Pengabdian Dosen] Pelatihan MTCRE untuk Guru-Guru SMK
  • [Pengabdian Dosen] Kegiatan Pemeliharaan, Perawatan, dan Penambahan Jaringan CCTV di Kawasan Wisata Bukit Cubung
Universitas Gadjah Mada

Jl. Yacaranda Sekip Unit III, Yogyakarta 55281 Indonesia
Telp. (0274) 6491302, 561111
Email : tri.sv@ugm.ac.id
Fax. (0274) 542908

© Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Internet

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY